Sabtu, 04 April 2009

Seminar Super Great Memory Versi Super Bimbel GSC

Pernah mendengar tentang istilah Super Great Memory? Belum? Atau pernah, tapi tidak terlalu mengerti. Nah, kali ini Super Bimbel GSC akan memberi ulasan tentang itu. Bahkan tidak tanggung-tanggung, tak lama lagi Super Bimbel GSC juga akan menghadirkan Mr. SGM (Super Great Memory), Irawan Widiatmoko, ST, ke kota kita yang tercinta, Palembang! Hal ini dalam rangka memperingati ulang tahun Super Bimbel GSC yang ke-10, maka akan diadakan Seminar Super Great Memory di Hotel Sandjaja, pada hari Sabtu, 9 Mei 2009.
Jadi, tunggu apa lagi, segera mendaftar, karena biaya investasi yang sebenarnya adalah Rp 250.000,- (Palembang), tapi untuk 100 pendaftar pertama, cukup membayar Rp 80,000,- Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh di seluruh kantor cabang Super Bimbel GSC, Gramedia Atmo dan Gramedia PS, juga Radio Smart. Nah, kalau masih ragu-ragu, sebaiknya baca dulu ulasan yang ditulis oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos (Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman) mengenai Super Great Memory berikut, agar Anda menjadi yakin akan manfaat besar dan baik buat Anda jika mengikuti acara yang bergengsi ini.

Buku Super Great Memory
Sejak melaunching bukunya Super Great Memory: Metode Lengkap dan Praktis untuk Melejitkan Daya Ingat Super yang diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Senin (25/8/2008) di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) Gramedia ini, Mr. SGM, terus mendapat sorotan dari dunia pendidikan Indonesia. Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI ini, sering diundang untuk menjadi pembicara karena kemampuannya dalam mengingat cepat.
Ketika meluncurkan bukunya yang terdiri dari 272 halaman ini, Mr. SGM membuktikan bagaimana dalam tempo 20 detik ia bisa mengingat 30 kata benda secara berurutan di hadapan sekitar 100 pengunjung. Tidak hanya itu, dengan menyebutkan kata bendanya, Mr. SGM bisa menyebut dengan tepat urutannya. Atau menyebutkan nomor urutnya, Mr. SGM bisa menebak kata bendanya. Sementara, seorang pengunjung dalam tempo 120 detik, hanya bisa mengingat 16 dari 30 kata.
Dibukunya itu, sang Grand Master of Memory ini membahas tentang otak dan cara-cara mengoptimalkannya karena daya ingat kita sebenarnya sangat luar biasa! Apabila seluruh informasi seluruh alam semesta dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh. Bahkan, seorang ilmuwan mengatakan, ”Jika 10 informasi kita masukkan ke dalam otak kita per detik selama 100 tahun, otak kita belum terisi separuhnya.”
Namun kenyataannya, banyak orang yang merasa daya ingatnya kurang atau lemah. Menurut Master Trainer di Brain’s Power Indonesia itu, hal ini lebih disebabkan karena mereka belum menemukan teknik atau cara yang tepat untuk mengingat informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut. Nah, untuk itu, di buku ini, Mr. SGM menawarkan cara-cara sederhana dalam mengingat, sehingga daya ingat Anda mampu meningkat pesat dalam waktu singkat!
Menurut sbeauah penelitian di
Cmabrigde Uinervtisy.
tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa
urtaun hruuf hruuf
di dlaam sebauh ktaa, ynag palnig
pnteing
adlaah leatk hruuf partema dan
terkhair itu bnaer.
siasnya dpaat brantaaken saam
skelai dan kmau maish dpaat
mebmacanya
tnpaa msaalah. Hal ini karena otak manusia tidak membaca setiap huruf
masing-masing, tetapi kata keseluruhan.
manejkubakn naggk?
(Dikutip dari buku: Super Great Memory, Irwan Widiatmoko)

Kinerja Otak Kita
Membandingkan dengan otak lebah yang memiliki sekitar 7.000 sel otak namun sudah mampu membuat sejumlah keajaiban dan hal-hal yang luar biasa dahsyat, otak manusia bahkan memiliki satu trilyun sel otak yang terdiri dari 100 milyar sel aktif dan 900 milyar sel yang menghubungkannya jelas bisa lebih dahsyat lagi. Namun kemampuan untuk memanfaatkan potensi ini tidak semua orang bisa. Bahkan seorang Einstein, ilmuwan di penghujung abad ke-20, menurut beberapa pakar, hanya memanfaatkan kurang dari 10 persen dari potensi otaknya. Itulah gambaran potensi otak manusia yang sudah digunakan, dan masih sangat besar untuk bisa kita optimalkan.
Di salah satu pelatihan Super Great Memory-nya di Surabaya, Mr. SGM mengawali materi pelatihannya dengan breaksfast brain. Peserta harus menghafal 30 kata buatan peserta sendiri dan disusun berurutan beserta nomor urutannya. Tentunya yang diminta Mr. SGM membuat kaget peserta, hanya dengan waktu 120 detik harus menghafalkan kata-kata tersebut. Peserta lalu ditantang menyebutkan nomor urut beserta kata-kata yang tercantum. Salah satu peserta ada yang berani berjanji menyebutkan 15 kata, namun ternyata tidak berhasil.
Akhirnya Mr. SGM sendiri yang menyebutkan kata-kata tersebut beserta nomor urutnya. Peserta pun menantang dengan membalik dan menyebutkan nomor urutnya secara acak, tapi usaha peserta percuma, Mr. SGM masih mampu menyebutkannya. Tak heran, tepuk tangan peserta pun bergemuruh melihat aksi Mr. SGM di pelatihan itu. ”Semua orang bisa, kalian semua sebenarnya genius tapi raksasa tidur di otak kalian belum dibangunkan,” terang Irwan Widiatmoko.
Dalam kesempatan itu pula, Mr. SGM memberikan rahasia menghafal kata-kata dalam bahasa asing seperti bahasa Jerman dan Belanda. Mr SGM sendiri menerangkan kemampuan kapasitas otaknya untuk menghafal kata-kata tersebut belum 1 persen kemampuan otak manusia sebenarnya. “Kemampuan menghafal seperti itu hanya 0,0001 persen kemampuan otak manusia yang sesungguhnya,” ungkap Mr. SGM.
Dalam membangunkan raksasa tidur dalam otak, Mr. SGM mengatakan harus adanya keseimbangan antara otak kanan dan kiri. Selama ini mungkin kita hanya memakai otak kiri kita dalam menghafal, bukannya dengan melibatkan otak kanan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dunia kedokteran, otak kanan ternyata memiliki kemampuan mengingat dalam jangka waktu lebih lama dari otak kiri.

Otak Kanan
Sebanyak 80 persen makanan otak kanan adalah warna, imajinasi, visual, asosiasi dan ekspresi. Dengan demikian harus ada bayangan untuk menghafal. Bila dalam menghafal ada proses yang semakin membuat kita terkesan, kita akan cepat hafal akan suatu hal dan mudah untuk melupakannya.
Oleh karena itu, baiknya buku-buku penunjang metode untuk mengingat cepat ini selalu memiliki bergambar dan warna agar menarik. Kata-kata dan istilahnya juga harus dibuat menarik. Dalam upaya menghafal materi pembelajaran apapun, sebaiknya gunakan dengan cara memvisualisasikannya. Di sisi lain, hal ini juga tidak hanya membantu pembalajaran bagi anak-anak, namun juga dapat membantu kita dalam menghindari kejadian pikun dini.
Di sebuah pelatihan SGM lain, tepatnya di Yogyakarta, Irwan menjelaskan bahwa orang yang sudah mengaku pikun walau usianya muda, dipastikan sejak kecil amat jarang melatih otak kanan. Mereka lebih banyak memacu otak kiri untuk menyelesaikan masalah. Itu memang tidak salah, tapi cukup disayangkan. ”Tuhan memberi manusia otak kanan, ya dimanfaatkan dong. Otak kanan ini berfungsi untuk menggali imajinasi-imajinasi, yang akan membuat otak nyaman berpikir sekaligus kita tidak merasa terbebani,” katanya.
Untuk membuat otak kanan bekerja efektif, lanjut dia, ada metodenya. Salah satu metode itu adalah berlatih menghapal. Irwan mengemukakan bahwa manusia, paling hanya bisa mengingat cepat-dari melihat sampai mengatakan ulang- hanya untuk 10 benda. ”Misalnya kita harus menghapal 10 benda secara berurutan, yakni, bola, candi, pena, radio, sepatu, peniti, dasi, gedung, tape, lantai. Susah kalau menghapalnya kata demi kata. Untuk mempermudah, diperlukan metode, yakni merangkai cerita,” jelasnya.
”Jalinan cerita itu adalah, pertama, ada orang menendang bola. Lalu, bola itu kena candi. Dari candi lantas keluar pena. Penanya kemudian nancap ke radio. Dari radio keluar bunyi sepatu. Terus, sepatu itu banyak ditancapi peniti. Berikutnya menancap ke dasi. Dasi dipakai untuk membersihkan gedung. Sudah bersih, santai sambil mendengarkan tape dan duduk di lantai,” ucap sang Direktur Brain’s Power Indonesia yang bernaung di bawah payung PT. Wahana Bhakti Insani ini lugas.

Metode SGM
Asosiasi menjadi landasan Irwan Widiatmoko, ST dalam menguraikan metode SGMnya. Untuk orang yang kerap lupa nomor telepon, rekening, dan lain-lain yang berhubungan dengan angka, Irwan menyediakan SGM Number dengan kombinasi kode bunyi, kode bentuk, dan kode angka. Yang dimaksud dengan kode bunyi, yaitu mengubah angka menjadi benda yang disesuaikan dengan bunyinya. Misalnya satu menjadi batu, dua menjadi kuda dan seterusnya. Sedangkan kode bentuk adalah mengubah angka menjadi benda yang disesuaikan dengan wujud asosiatifnya. Misalnya, 1=pensil, 2=bebek, 3=burung, 4=kursi terbalik, dan lain-lain.
Adapun kode angka mengubah angka menjadi huruf mati yang mirip bentuknya, kemudian mengubahnya lagi menjadi benda yang bisa dibayangkan. Misalnya 1=T=Ta, 2=N=Na, 3=M=Ma, 4=P=Pa, 5=S=Sa, 6=L=La, 7=J=Ja, 8=B=Ba, 9=G=Ga, 0=D=Da. Konsonan dari tiap huruf bisa berubah-ubah sesuai imajinasi masing-masing orang. Apabila digabungkan, 01=Data, 02=Dana dan sebagainya.

Back To Begin…
Nah, bagaimana, sudah lebih memahami tentang Super Great Memory kan sekarang? Kalau masih belum puas juga, maka tidak salah lagi, sebaiknya Anda gunakan kesempatan untuk datang di acara Seminar Super Great Memory – Super Bimbel GSC dengan pembicara sang Mr. SGM langsung, Irwan Widiatmoko, ST. Berikut ini biografi dari pembicara kita itu:
Biografi Mr. SGM:
Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember - Surabaya (1993-1998)
Instruktur Daya Ingat di Surabaya (April 2002-Mei 2003)
Master Trainer Super Genius Memory (SGM)
Direktur Brain’s Power Indonesia (2004-Now)
Praktisi training dengan NLP
Praktisi Hipnosis
Penulis buku Best Seller ”Super Genius Memory” (2008)
Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI (Oktober 2002) dan tercatat dalam MURI pada Olympiade Memory International di Jakarta dengan kemampuan mengingat: 1 set kartu acak dalam waktu 1 menit 48 detik, 8 deck kartu acak dalam waktu 1 jam, dan 800 angka acak dalam waktu 1 jam.

Segera mendaftar ya! Jangan sampai kehabisan tiket masuk. Menyesal di belakang jelas tidak ada gunanya.

Informasi dan Tempat Pendaftaran:
Seluruh Kantor Cabang Super Bimbel GSC, Call Center (0711) 825788
Gramedia PS dan Gramedia Atmo, (0711) 359393 dan (0711) 357733
Radio Smart FM, (0711) 360038

1 komentar:

  1. Mohon diinfokan bila diadakan lagi seminar di Jakarta

    BalasHapus