Selasa, 03 Maret 2009

Sosialisasi Try Out Super Marathon di SD Methodist 1 Palembang

(SD Methodist 1 Palembang tampak depan)
(Siswa/i SD Methodist 1 Palembang menyambut ceria kedatangan Super Bimbel GSC Sudirman)
(Kakak-kakak GSC Sudirman yang melakukan sosialisasi di SD Methodist 1 Palembang. Kika: Kak Rifda, Kak Nings, Kak Nita, Kak Wita, Kak Ryxka, dan Kak Rima)
(Seluruh tentor GSC yang ramah siap memberikan motivasi yang hangat di SD Methodist 1 Palembang)
(Ruang Kepala Sekolah SD Methodist 1 Palembang)


Sabtu, 28 Februari 2009 lalu, Super Bimbel GSC Sudirman melakukan sosialisasi mengenai pelaksanaan Try Out Super Marathon GSC di SD Methodist 1 Palembang. Letak sekolah ini cukup berdekatan dengan GSC Sudirman, sehingga ketika ke sana, tim yang terdiri dari 7 orang (Kak Nita, Kak Diah, Kak Rima, Kak Wita, Kak Nings, Kak Rifda, dan Kak Ryxka) pun cukup dengan berjalan kaki.
Di SD Methodist 1, kita bertemu dengan Kepala Sekolah langsung, yakni Pak Iwan. Beliaulah yang kemudian mengarahkan kami untuk langsung menuju ke kelas-kelas yang akan disosialisasi oleh GSC. Kebetulan, yang kami masuki adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 SD. Siswa-siswa yang ada di kelas sangat antusias mendengarkan ketika kakak-kakak dari GSC menjelaskan tentang try out.
Jadi, bagi adik-adik yang berminat untuk ikut try out. Segera daftar saja, sebelum harganya akan semakin mahal. Kakak tunggu, yaa!!!

Senin, 02 Maret 2009

Arti Sebuah Kejujuran

Kenapa kejujuran menjadi suatu hal yang penting? Apakah karena kebohongan terlalu sering berseliweran di hadapan kita. Seolah-olah segala cara menjadi sah ditempuh demi tercapainya sebuah tujuan, termasuk dengan mengorbankan nilai kejujuran.

Dalam diri kita, ada satu bagian dari diri yang menjadi penentu segala nilai kebaikan dan keburukan. Apa itu? Itu adalah hati nurani. Di sini, di dalam dada kita. Ia tidak berwujud, tapi ia adalah bagian paling penting dalam diri kita. Karena tanpanya kita pasti akan melakukan segala hal tanpa nilai, semau kita, sesuka kita.

Hati nuranilah yang berbicara saat kita ragu melakukan sebuah tindakan. Saat kita melihat seorang pria renta sedang menarik gerobak demi mencari sesuap nasi, hati nurani kita akan berbicara bahwa kita iba dan ingin melakukan sesuatu yang bisa membantu meringankan beban lelaki tua itu. Atau ketika kita melihat seorang pencopet tertangkap basah, hati nurani kitapun yang berbicara, apakah harus kasihan karena ia babak belur dipukuli massa atau apakah harus ikut-ikutan mendukung aksi pemukulan tersebut karena pernah memiliki pengalaman kecopetan namun tidak ketahuan copetnya.

Semua yang terjadi dalam hidup kita pasti melibatkan hati nurani kita untuk menilai, termasuk ketika kita mengikuti sebuah ujian untuk mencapai sesuatu. Misalnya, ketika mengikuti ujian nasional untuk kelulusan, mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, mengikuti ujian tes CPNS, atau ketika sekadar mengikuti ujian try out.

Sebuah ujian dilakukan bermaksud untuk mengukur batas kemampuan yang kita miliki saat ini. Apapun hasilnya, itulah hasil murni kita. Bila baik, maka kita terbukti sukses meningkatkan prestasi diri. Bila gagal, maka kita belajar dari kegagalan tersebut untuk belajar lebih giat lagi. Itulah nilai moral yang kita dapatkan dari sebuah ujian. Namun, bila ternyata dalam ujian kita mengesampingkan nilai kejujuran demi tercapainya tujuan, apa yang akan terjadi?

Siapapun akan setuju bila untuk orang-orang seperti itu disebut sebagai pecundang. Hal ini karena ia tidak berani untuk menunjukkan nilai dirinya yang sebenarnya. Ia selalu ingin menunjukkan bahwa ia pantas disejajarkan dengan orang-orang yang berhasil, namun bedanya ia melakukan itu tanpa usaha keras, ia punya jalan pintas. Banyak hal dalam hidup ini yang tega melakukan hal demikian. Saat ujian, ia tidak jujur, apapun caranya, dan kemudian dia lulus atau menjadi peringkat terbaik. Apakah kita rela memberikan tepuk tangan meriah untuk kemenangannya. Seandainya kita tidak tahu kebenarannya, tepuk tangan itu, dapat saya pastikan pun akan terasa hampa di hati sang pemenang yang tidak tahu arti kejujuran itu.

Sungguh, semua ini tak hanya akan kita temukan sekali dalam hidup, namun berkali-kali. Karena hidup penuh persaingan, penuh kebohongan. Namun, saya percaya, bagi kita yang masih memfungsikan hati nurani kita pada posisi yang sebenarnya, kita akan selalu terjaga dari semua tindakan buruk itu. Semua ini demi kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, selalulah jujur, selalulah pergunakan hati nurani, selalulah percaya pada dirimu sendiri, kita pasti mampu bangga atas kemampuan kita sendiri. Tanpa harus merugikan orang lain yang lebih berhak, tanpa harus menuduh orang lain sebagai kambing hitam demi menutupi kebohongan yang telah terlanjur dilakukan. (Sumarni Bayu Anita, S.Sos)

Jumat, 27 Februari 2009

Support Super Bimbel GSC untuk Tim Basket SMA Negeri 3 Palembang

Menanggapi pangajuan proposal dari SMA Negeri 3 Palembang tentang Pertandingan Persahabatan SMA Negeri 3 Palembang dengan SMA Negeri 3 Jakarta di Jakarta, Super Bimbel GSC pun menjawab dengan memberikan support dana sebesar Rp 500.000,- Dana ini semoga bisa dapat membantu sedikit kebutuhan para tim basket SMA Negeri 3 Palembang yang harus berada di Jakarta selama 3 hari.

Support dana itu diberikan secara langsung oleh Super Bimbel GSC, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman, Sumarni Bayu Anita, S.Sos kepada pihak SMA Negeri 3 Palembang, yang diwakili oleh Guru Olah Raga SMA Negeri 3 Palembang, Bapak Purnomo di outlet Super Bimbel GSC Sudirman.

Try Out Super Serbu di Outlet GSC Sudirman

(Hadiah untuk para pemenang try out Super Serbu GSC)
(Saat try out di kelas GSC Sudirman)
(Di sela-sela try out, GSC kembali mengumumkan tentang try out selanjutnya: Try Out Super Marathon)
(Saat peserta tengah serius menjawab soal)
(Deretan trophy untuk para juara try out Super Serbu GSC)
(Pagi-pagi, siswa SD sudah berdatangan ke outlet untuk try out sesi 1)
(Tenggat waktu, saat siswa SD keluar, dan siswa SMP masuk)
(Siapapun pasti lebih memilih try out yang diadakan oleh Super Bimbel GSC)
(Saatnya pulang dan penasaran menunggu hasilnya)
(GSC Sudirman penuh di hari Minggu oleh siswa yang mengikuti try out)


Berbarengan dengan 6 outlet Super Bimbel GSC lainnya yang ada di Kota Palembang, outlet Super Bimbel GSC Sudirman telah mengadakan Try Out Super Serbu pada hari Minggu, 22 Februari 2009. Untuk GSC Sudirman sendiri diikuti oleh 397 peserta dengan perincian:
4 SD : 8 peserta
5 SD : 45 peserta
6 SD : 60 peserta
7 SMP : 24 peserta
8 SMP : 19 peserta
9 SMP : 153 peserta
10 SMA : 15 peserta
11 IPA : 11 peserta
11 IPS : 4 peserta
12 IPA : 46 peserta
12 IPS 12 peserta
Try out dibagi menjadi 3 sesi, yakni pukul 08.00 – 10.00 WIB untuk SD, pukul 11.00 – 13.00 WIB untuk SMP, dan pukul 14.00 – 16.00 WIB untuk SMA. Dari 3 sesi try out, pelaksanaan try out di GSC Sudirman berjalan lancar. Tim sendiri yang terdiri dari Kepala Outlet, Kepala Operasional Outlet, Administrasi, OB, Security, dan Tentor sudah hadir di outlet pada pukul 07.00 WIB.
Pengumuman hasil try out pun sekarang sudah ditempel di seluruh outlet, termasuk outlet Super Bimbel GSC Sudirman. Jadi, bagi yang ingin tahu dapat peringkat berapa, langsung saja ke outlet GSC Sudirman. Semoga nilainya bagus-bagus semua ya…

Siswa-Siswa Berprestasi GSC Sudirman Pada Semester 1 T.A. 2008/2009

Awal masuk bimbel di semester 2 tahun ajaran 2008/2009, manajemen Super Bimbel GSC Sudirman kembali mengeluarkan program outlet baru, yakni pengumpulan fotokopi rapot sekolah siswa semester 1 kemarin. Tujuan program ini adalah untuk mengukur peningkatan prestasi seluruh siswa Super Bimbel GSC Sudirman pada semester 1 tahun ajaran 2008/2009. Tujuan lainnya adalah untuk memotivasi siswa untuk selalu meningkatkan prestasi belajar mereka. Hal ini karena dari manajemen Super Bimbel GSC Sudirman sendiri sudah menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi mereka-mereka yang berhasil meningkatkan prestasinya.

Adapun masa pengumpulan fotokopi rapot adalah selama 1 bulan, yakni dari awal mereka masuk bimbel pada tanggal 5 Januari 2009 s/d 5 Februari 2009. Fotokopi rapot tersebut dapat siswa-siswa kumpulkan ke pihak administrasi untuk kemudian didata. Dari sejumlah fotokopi rapot semester 1 yang masuk, manajemen lalu melakukan peringkat yang diukur melalui jumlah nilai, jumlah pelajaran, rata-rata nilai, peringkat kelas, dan jumlah siswa.

Adapun hasil pemeringkatan tersebut menghasilkan nama-nama siswa berikut yang berhak mendapatkan ucapan selamat dari Super Bimbel GSC Sudirman. Dan dari nama-nama itu juga, manajemen Super Bimbel GSC Sudirman sudah memberikan hadiah menarik berupa coklat, kalender GSC, sticker GSC, dan pena GSC. Berikut ini dokumentasinya:

Siswa-Siswa Berprestasi GSC Sudirman Pada Semester 1 T.A. 2008/2009

Kelas 4 SD :

Kharin Rafika (Nilai rata-rata 82,7; Rangking 1)

Kelas 5 SD :

Marlia Dira (Nilai rata-rata 8,7; Rangking 2)

Kelas 6 SD :

Afrida Yolanda (Nilai rata-rata 8,5)

Fildzah Sharfina (Nilai rata-rata 8,4; Rangking 3)

Gusuvienda (Nilai rata-rata 8; Rangking 1)

Kelas 7 SMP :

Gustini Rahmadiana (Nilai rata-rata 8,1)

Kelas 8 SMP :

Aljabar Ardi Kusuma (Nilai rata-rata 8,2; Rangking 2)

Kelas 9 SMP :

Elva Martiah (Nilai rata-rata 7,9; Rangking 3)

Vina Wardhayani Putri (Nilai rata-rata 7,9)

Dian Novita Sari (Nilai rata-rata 7,7)

Kelas 10 SMA :

Indri Tri Septiani (Nilai rata-rata 8)

Kelas 11 IPA :

Anisah (Nilai rata-rata 8,5)

Kelas 11 IPS :

Dominico Josua AH (Nilai rata-rata 7,9)

Kelas 12 IPA :

Betry Wulandari (Nilai rata-rata 8,6)

Untuk Adik-adik Super Bimbel GSC Sudirman yang sudah berhasil meningkatkan prestasinya di Semester 1 tahun ajaran 2008/2009 ini, kakak ucapkan selamat ya. Semoga di semester 2 nanti, dapat lebih ditingkatkan lagi prestasinya. Untuk yang belum dapat hadiah, jangan berkecil hati dulu. Insya Allah pada semester 2 nanti kita akan mengadakan program serupa. Makanya, belajar dengan giat ya, biar nilai rapotnya bagus. Adik bangga, Kakak juga bangga dengan prestasi adik-adik sekalian.

Rabu, 18 Februari 2009

Selesaikan Masalah Listrik ke PLN

(Ruang Call Center 123 PLN A. Rivai Palembang)
(Gedung PLN A. Rivai Palembang)

Sudah satu minggu listrik di GSC Sudirman bermasalah, tepatnya sejak 11 Februari 2009 lalu. Lantai 2 dan 3 listriknya padam. Jadi dari 3 saluran listrik yang ada, salah satunya bermasalah. Akibatnya? Bencana besar, siswa-siswa pada komplain.
Seluruh orang di GSC Sudirman juga resah. Setiap hari, PLN ditelfon. Semuanya dapat giliran nelfon, baik itu KO, KOO, Adm, bahkan OB. Suatu ketika, pas Pak Yo sedang berada di GSC Sudirman, beliau juga ikutan nelfon ke PLN. Masalahnya, kita merasa selalu tepat waktu dalam pembayaran listrik, kok jadi sering mati listrik seperti ini.
Akhirnya, bila melalui telefon atau call 123 ternyata tidak berhasil, kita pun pergi ke PLN A. Rivai langsung. Kebetulan yang pergi adalah Kak Nita (Kepala Outlet GSC Sudirman). Di PLN, Kak Nita masuk ke ruangan Call Center 123. Di sana, ada beberapa pegawai PLN yang langsung mengerti masalahnya, ketika kita bilang dari GSC Sudirman. Setelah berdiskusi sebentar, Kak Nita lalu mereka antar ke Bagian HAR yang ada di lantai 3 gedung utama PLN. Di sana, mereka menemui Pak Heri.
Wah, ternyata, cukup sebentar saja prosesnya! Pak Heri langsung hubungi orang lapangannya pake walkie talkie, lalu dia bilang ke Kak Nita, "Tunggu saja, ya! Mudah-mudahan hari ini selesai." Dan benar, tidak lama dari situ ada orang PLN yang datang ke GSC Sudirman, ada alat yang diganti, lalu tralala, listrik pun hidup kembali!
Wah, ternyata seperti itu yang harus kita lakukan saat pengaduan tidak ditindaklanjuti sama sekali: DATANG LANGSUNG KE PLN! Kalau tidak, banyak alasan yang keluar tapi tidak ada perbaikan sama sekali. Semoga esok-esok kejadian ini tidak terulang lagi. Jadi semua siswa GSC Sudirman dapat belajar dengan nyaman.

Pemenang Siswa Teraktif di Blog GSC Sudirman

(Putu Arya, siswa kelas 3 IPA UN GSC Sudirman, yang terpilih jadi siswa teraktif dalam Blog GSC Sudirman bulan Januari 2009)
(Isi hadiah untuk Putu Arya dari Kak Nita - KO GSC Sudirman, sebuah bingkai foto lucu)
Sesuai janji ketika blog GSC Sudirman diumumkan launchingnya ke seluruh kelas di GSC Sudirman, Kak Nita, sebagai salah satu penggiat blog ini, dan sebagai Kepala Outlet Super Bimbel GSC Sudirman, mengajak seluruh siswa untuk ikut aktif atau ikut berkontribusi atas keberadaan blog ini.
Nah, pada tanggal 13 Februari 2009 lalu baru berkesempatan memberikan hadiah tersebut kepada Putu Arya, siswa kelas 3 IPA UN yang selalu memberikan koment dibeberapa tulisan GSC Sudirman. "Selamat ya, buat Arya!"
Btw, buat siswa-siswi GSC Sudirman lainnya, ditunggu juga partisipasi aktifnya. Setelah posting ini, segera akan kita posting kembali tentang para pemenang Rapot Sekolah Tertinggi GSC Sudirman. Kebetulan, belum semuanya diberikan hadiahnya, jadi dokumentasi fotonya belum lengkap.
Setelah itu, kita juga akan segera mempublikasikan hasil kuesioner tentang "Kepuasan Siswa GSC Sudirman Terhadap GSC Sudirman Tahun Ajaran 2008/2009". So, tunggu aja tanggal mainnya... :)